Oleh: purlescpy | 9 Maret 2009

Taman Arkeologi Onrust “di antara Persimpangan dan Titik Temu”?

Peta akses menuju OnrustPeta akses menuju Onrust

Selasa, 3 Maret minggu lalu seorang rekan menelpon kami dengan suara emosional meminta kami membaca tulisan sekitar rencana pengembangan kawasan wisata Kepulauan Seribu yang dimuat surat kabar nasional pagi itu.
Lantas kenapa emosional?, kan memang rencana pengembangan kawasan tersebut sebagai daerah tujuan wisata merupakan program prioritas Pemprov DKI Jakata,lantas apa yang aneh? sanggahan kami. ‘Ya,… tapi kenapa Onrust gak disebut-sebut?, sedangkan pulau-pulau lain terdekat disebut, baik yang akan dikembangkan maupun yang sudah ditutup karena pengelolanya bangkrut, keluh rekan tadi.
Dari dialog singkat tersebut sesungguhnya ada sesuatu yang tersirat, yakni kegundahan rekan kami terhadap nasib dan masa depan serta posisi Onrust pada “peta pengembangan kawasan wisata Kepulauan Seribu”. Kegundahan serupa juga dirasakan oleh para pemerhati bangunan bersejarah, seperti yang disampaikan kepada kami oleh serombongan pemuda/ mahasiswa arkeologi perguruan tinggi negeri terkemuka di Jakarta yang Minggu, 8 Maret 2009 berkunjung dan bertemu kami di Taman Arkeologi Onrust.
Kegundahan tersebut memang cukup beralasan, karena memang kondiisi fisik Pulau Onrust sangat rentan terhadap berbagai ancaman kerusakan, baik oleh faktor alam (abrasi dll) maupun perbuatan manusia (pengambilan pasir-pasir di sekitar pulau), serta kondisi cagar budaya yang semakin rusak pula. Sisi lain yang tak kalah penting pengaruhnya adalah dinamika kelembagaan yang memegang otorita pengelolaan Onrust.
Pelestarian Pulau Onrust yang selama ini pendekatannya lebih pada aspek perlindungan (konservasi/rekonstruksi) dengan sedikit pengembangan dan kurang optimal pada aspek pemanfaatan, kini sejalan dengan restrukturisasi organisasi, maka kebijakan pelestarian Onrust hampir pasti akan bergeser pada aspek pemanfaatan dengan tetap konsep pengembangan yang tetap berpijak pada kaidah-kaidah konservasi BCB. Konsekuensi logis dari perkembangan ini tentu memposisikan Taman Arkeologi Onrust pada suatu posisi di antara persimpangan atau di titik temu, dalam arti akan menjadi bagian penting dari kawasan wisata Kepulauan Seribu, atau akan ditinggalkan dalam kondisi  “mati suri” seperti sekarang ini?.


Responses

  1. Artikel anda di

    http://arkeologi.infogue.com/taman_arkeologi_onrust

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

  2. I live in the Western Cape Province South Africa. Near me is a river called Onrus rivier on the banks of which there was a leper colony during the period the VOC (Dutch East India Company) administered the colony 1656 to 1803.
    In the adjacent town of Hermanus is a large cave in the cliff just above the sea level which is still referred to as Bientang cave.
    Question: was Onrus Island Indonesia ever a leper colony?
    I believe Bientang can mean “star” or a person’s name.
    Could you add anything to this information


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: