Oleh: purlescpy | 28 Februari 2009

Pulau Kelor yang masih merana

Pulau Kelor dengan sisa peninggalan sejarah berupa” Benteng Martelo” tampaknya masih merana, setidaknya sampai saat ini. Pulau mungil dengan pasir putihnya yang menghampar di salah satu sisinya, satu batang pohon asam dan satu batang pohon besar lainnya serta rumpun-rumpun perdu lainnya seolah menjaga sisa benteng Martelo yang menjadi landmark di Pulau Kelor, bahkan landmark gugusan pulau di kawasan ini. Di tempat ini pernah dihebohkan beberapa waktu silam karena dijadikan latar pengambilan foto-toto bugil yang lansir pada suatu situs/web, yang task urung sempat menyita perhatian publik khususnya para pemerhati kawasan ini. Masih banyak lagi cerita-cerita tentang peristiwa,aktivitas,benda-benda yang berkaitan dengan pulau Kelor, dari seringnya dimanfaatkan untuk latar pemotretan pre wedding bagi yang berkocek tebal dan gemar bertualang, tempat mangkal para pemancing sampai cerita yang berbau rada serem-serem. Wajar saja karena memang Kelor cukup eksotis, apalagi pada sore menjelang senja, pasti matahari senja sangat menawan. Hanya ya itu lagi, kondisi fisiknya kurang terawat, mulai dari dermaga yang rusak dan tertimbun pasir, turap sekeliling yang pecah-pecah dan terutama sisa benteng yang mulai lapuk. Untuk mengetahui kondisi terkini dan merasakan atmosfrirnya tentu jawabannya adalah berkunjung langsung ke lokasi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: